{"id":763,"date":"2021-06-15T13:23:44","date_gmt":"2021-06-15T13:23:44","guid":{"rendered":"https:\/\/startersites.io\/blocksy\/persona\/?p=763"},"modified":"2026-03-24T16:04:26","modified_gmt":"2026-03-24T16:04:26","slug":"manajemen-kepegawaian-asn-pencantuman-gelar-bagi-pns-dan-pppk-berdasarkan-peraturan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/manajemen-kepegawaian-asn-pencantuman-gelar-bagi-pns-dan-pppk-berdasarkan-peraturan-pemerintah\/","title":{"rendered":"Manajemen Kepegawaian ASN: Pencantuman Gelar bagi PNS dan PPPK Berdasarkan Peraturan Pemerintah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MAKALAH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MANAJEMEN KEPEGAWAIAN ASN: PENCANTUMAN GELAR BAGI PNS DAN PPPK BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BAB I PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1.1 Latar Belakang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. ASN yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dituntut untuk memiliki kompetensi, profesionalitas, serta integritas yang tinggi. Salah satu aspek yang mendukung profesionalitas ASN adalah latar belakang pendidikan yang ditunjukkan melalui gelar akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencantuman gelar dalam administrasi kepegawaian bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari sistem manajemen kepegawaian yang mencerminkan kualifikasi dan kompetensi ASN. Oleh karena itu, pencantuman gelar harus dilakukan secara tertib, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun dalam praktiknya, masih terdapat berbagai permasalahan terkait pencantuman gelar, seperti ketidaksesuaian gelar dengan ketentuan, penggunaan gelar dari lembaga yang tidak diakui, serta kurangnya pemahaman ASN terhadap prosedur administrasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai aturan pencantuman gelar dalam manajemen kepegawaian ASN.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1.2 Rumusan Masalah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa yang dimaksud dengan manajemen kepegawaian ASN?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa dasar hukum pencantuman gelar bagi PNS dan PPPK?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana ketentuan pencantuman gelar dalam administrasi kepegawaian ASN?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa saja permasalahan yang sering terjadi dalam pencantuman gelar ASN?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1.3 Tujuan Penulisan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Menjelaskan konsep manajemen kepegawaian ASN<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi dasar hukum terkait pencantuman gelar<\/li>\n\n\n\n<li>Menjelaskan prosedur dan ketentuan pencantuman gelar bagi PNS dan PPPK<\/li>\n\n\n\n<li>Mengkaji permasalahan yang terjadi dalam praktik pencantuman gelar<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1.4 Manfaat Penulisan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Secara teoritis<\/strong>: menambah wawasan mengenai manajemen kepegawaian ASN<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Secara praktis<\/strong>: menjadi referensi bagi ASN dalam memahami aturan pencantuman gelar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BAB II PEMBAHASAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.1 Pengertian Manajemen Kepegawaian ASN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen kepegawaian ASN adalah keseluruhan proses pengelolaan ASN yang meliputi perencanaan, pengadaan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, hingga pemberhentian. Manajemen ini bertujuan untuk menciptakan ASN yang profesional, netral, dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks ini, data kepegawaian menjadi elemen penting, termasuk identitas pendidikan ASN yang diwujudkan dalam bentuk gelar akademik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.2 Dasar Hukum Pencantuman Gelar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencantuman gelar ASN diatur dalam beberapa regulasi, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS (jo. PP Nomor 17 Tahun 2020)<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Regulasi tersebut menekankan pentingnya akurasi data kepegawaian dan keabsahan dokumen pendidikan ASN.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.3 Ketentuan Pencantuman Gelar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.3.1 Prinsip Pencantuman Gelar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencantuman gelar harus memenuhi prinsip:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Legalitas<\/strong>: diperoleh dari perguruan tinggi yang diakui<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keabsahan<\/strong>: dibuktikan dengan ijazah resmi<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesesuaian<\/strong>: tidak melanggar ketentuan yang berlaku<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.3.2 Pencantuman Gelar bagi PNS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi PNS, pencantuman gelar dilakukan melalui:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengajuan perubahan data kepegawaian<\/li>\n\n\n\n<li>Verifikasi oleh instansi<\/li>\n\n\n\n<li>Pengesahan oleh BKN<\/li>\n\n\n\n<li>Pembaruan dalam sistem kepegawaian nasional<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gelar yang diperoleh setelah pengangkatan sebagai PNS wajib dilaporkan untuk dicatat secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.3.3 Pencantuman Gelar bagi PPPK<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada PPPK, pencantuman gelar memiliki karakteristik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Digunakan sebagai dasar kualifikasi saat seleksi<\/li>\n\n\n\n<li>Gelar tambahan tetap dapat dicantumkan melalui pembaruan data<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak selalu berdampak pada jenjang karier seperti pada PNS<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, pencantuman gelar tetap penting untuk menunjukkan kompetensi profesional.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.4 Prosedur Pencantuman Gelar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, prosedurnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengajuan oleh ASN<\/li>\n\n\n\n<li>Melampirkan dokumen (ijazah, transkrip)<\/li>\n\n\n\n<li>Verifikasi oleh unit kepegawaian<\/li>\n\n\n\n<li>Input ke sistem BKN<\/li>\n\n\n\n<li>Penetapan dalam data resmi<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2.5 Permasalahan dalam Pencantuman Gelar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa permasalahan yang sering terjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penggunaan gelar dari lembaga tidak terakreditasi<\/li>\n\n\n\n<li>Ketidaksesuaian penulisan gelar<\/li>\n\n\n\n<li>Keterlambatan pelaporan<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangnya pemahaman prosedur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan ini dapat berdampak pada keabsahan data kepegawaan dan kredibilitas ASN.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>BAB III PENUTUP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3.1 Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencantuman gelar dalam manajemen kepegawaian ASN merupakan bagian penting dari administrasi yang harus dilakukan secara tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Baik PNS maupun PPPK wajib memastikan bahwa gelar yang dicantumkan memiliki legalitas dan telah melalui prosedur resmi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pengelolaan yang baik, pencantuman gelar dapat meningkatkan profesionalitas ASN serta mendukung sistem kepegawaian yang akuntabel.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3.2 Saran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>ASN perlu meningkatkan pemahaman terhadap aturan pencantuman gelar<\/li>\n\n\n\n<li>Instansi kepegawaian harus memperkuat sistem verifikasi data<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah perlu terus menyosialisasikan regulasi terkait manajemen kepegawaian<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Badan Kepegawaian Negara terkait administrasi kepegawaian<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 (Perubahan PP 11\/2017)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK<\/p>\n<!--CusAds0-->\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKALAH MANAJEMEN KEPEGAWAIAN ASN: PENCANTUMAN GELAR BAGI PNS DAN PPPK BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. ASN yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dituntut untuk memiliki kompetensi, profesionalitas, serta integritas yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1535,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_gspb_post_css":"","content-type":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-asn"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[]}},"brizy_media":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=763"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/763\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1536,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/763\/revisions\/1536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apexbaransano.com\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}