Mengapa Film ini ditolak dibeberapaTempat :
Penolakan terhadap film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale di sebagian kalangan masyarakat dan institusi di Indonesia, khususnya terkait pembubaran nobar di Universitas Mataram (Unram) pada Mei 2026, didasari oleh beberapa alasan utama:Dianggap Mendiskreditkan Pemerintah: Pihak Rektorat Unram membubarkan paksa kegiatan nonton bareng (nobar) karena konten film tersebut dinilai menyudutkan atau mendiskreditkan pemerintah, terutama terkait isu kebijakan publik.Kritik Keras terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN): Film ini mengangkat isu sensitif mengenai eksploitasi tanah Papua, konflik sumber daya, dan dampak sosial-lingkungan dari proyek pembangunan berskala besar (industri bioenergi dan lahan pangan) di Papua Selatan. Perspektif kritis ini dianggap mengganggu narasi pembangunan.Potensi Gangguan Keamanan dan Ketertiban: Di tingkat perguruan tinggi seperti Unram, pembubaran sering kali didasarkan pada kekhawatiran bahwa diskusi dan pemutaran film tersebut dapat memicu ketegangan atau gangguan ketertiban di lingkungan kampus.Isu Sensitif Kolonialisme: Film yang berjudul lengkap Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita ini secara terang-terangan mengangkat tema kritik terhadap praktik-praktik yang dianggap sebagai bentuk kolonialisme modern, yang sensitif di tengah isu Papua.Meskipun mendapat penolakan di beberapa tempat, pembubaran ini juga memicu debat mengenai kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi di kampus. Sementara itu, berita mengenai pembatalan pemutaran juga ramai di media.










